Cara Menjadi Reseller

Cara Menjadi Reseller yang Minim Modal dan Menguntungkan

Biasanya, orang akan memikirkan berbagai cara yang menghasilkan uang tanpa modal ketika berada pada masa krisis di hidupnya. Misal saat nggak punya uang, mendapat phk dari kantor dan lain-lain. Kita akan mencari cara menjadi reseller yang minim modal tapi tetap menguntungkan.

Yah, meskipun itu hanya salah satu pilihan. Karena kita selalu punya pilihan lain dalam menghasilkan uang. Membangun wirausaha misalnya. Bagi yang berani menanggung resiko pasti akan mencari modal dan berwirausaha β€˜kan?

Tapi bagi kita yang nggak pingin ruwet sama resiko, maka kita pilih yang tanpa modal. Seperti resseler atau dropship.

Apa itu Reseller?

Reseller berasal dari Bahasa Inggris yaitu re yang berarti kembali dan sell(er) yang berarti penjual. Sehingga reseller adalah usaha membeli barang pada pihak lain untuk kemudian kita jual kembali.

Lho membeli barang pada pihak lain berarti membutuhkan modal dong?

Iyes. Tapi nggak banyak. Kita bisa membeli produknya saat ada pembeli yang datang. Nggak perlu stok barang. Meskipun kalau mau stok barang juga nggak papa sih.

Biar lebih jelas, mari baca cara menjadi reseller yang minim modal tapi tetap menguntungkan ini.

Bacaan Menarik Lainnya:

Cara Menjadi Reseller

Istilah reseller mungkin bukan hal yang asing pada dunia bisnis berbasis online saat ini. Biasanya kita akan menjual kembali produk dengan harga yang lebih tinggi. Sehingga kita mendapatkan keuntungan dari selisih harga tersebut.

Ada beberapa tips atau cara untuk bisa menjual kembali produk dan mendapat keuntungan yang tinggi sebagai berikut:

1. Tentukan Produk yang Ingin Kita Jual

Hal yang paling utama adalah kita perlu tahu apa yang ingin kita jual. Bagaimana kualitas produk termasuk harganya? Apakah produk tersebut memiliki peminat yang banyak atau nggak? Dan lain-lain.

Kita perlu mempertimbangkan banyak hal. Bukan sekedar menjualkan barang tanpa tahu seluk-beluk dari barang tersebut.

Menurutku, salah satu tingkat keberhasilan dari seorang reseller adalah bagaimana memilih produk yang tepat. Kalau Teman-teman ada pendapat lain, silahkan tuliskan di kolom komentar ya!

2. Cari Tahu Kondisi Pasar dan Kompetitor Kita

Begitu tahu apa yang ingin kita jual. Selanjutnya kita cari tahu bagaimana kondisi pasar atas produk tersebut. Misal, seberapa besar peminatnya, siapa saja mereka dan lain-lain.

Hal ini untuk memprediksi tingkat penjualan atas produk yang kita pilih. Selain itu, kita bisa mengatur siapa saja target market yang ingin kita bidik saat penjualan nantinya.

Kemudian kita cari tahu kompetitor atas produk yang sama. Umumnya, supplier nggak akan mencari banyak reseller pada satu kota saja. Mereka akan memilih beberapa reseller dalam kota yang sama.

Oleh karena itu, kita perlu memastikan apakah sudah banyak orang yang menjual produk yang sama di kota tempat kita akan menjualnya. Meski ini nggak akan jadi masalah asal strategi pemasaran kita tepat ya.

3. Pilih Supplier yang Tepat

Cara menjadi reseller yang minim modal tapi tetap menguntungkan berikutnya adalah memilih supplier yang tepat. Nggak boleh sembarangan. Karena ini berkaitan dengan penyediaan barang.

Kita ibaratnya sebagai distributor yang bertugas mendistribusi barang. Cari tahu mengenai ini dengan klik kalimat apa itu distribusi ya!

Mencari supplier nggak hanya bergantung pada kualitas dan harga produk saja. Melainkan lihat juga bagaimana supplier menanggapi pertanyaan dan keluhan dari customer.

Jadi, kendala saat penjualan bisa segera teratasi dan nggak sampai merugikan kita.

Bacaan Menarik Lainnya:

4. Tentukan Strategi Pemasaran

Tentukan Strategi Pemasaran untuk Menjadi Reseller
Credit to www.pexels.com/id-id/@mart-production/

Selanjutnya adalah menentukan bagaimana strategi pemasaran yang akan kita lakukan. Idealnya kita memang harus melakukan banyak promosi atas produk tersebut.

Saat memiliki modal. Kita mungkin akan memasarkannya melalui outlet. Menyebarkan brosur untuk mengenalkan outlet pada target market.

Tapi, saat nggak memiliki modal yang banyak. Kita bisa menggunakan strategi pemasaran lewat online.

Hanya saja. Pemasaran lewat online memang perlu beberapa pertimbangan. Misalnya, kita akan memanfaatkan media apa dan lain-lain.

5. Pastikan Kita Memberikan Pelayanan Konsumen yang Terbaik

Urusan menjual barang bukan hanya tentang kita memasarkan produk saja, lalu menjualnya saat ada pelanggan datang. Tapi, kita juga harus memperhatikan mengenai bagaimana memberikan pelayanan konsumen yang terbaik.

Misal berikan respon yang baik saat ada yang bertanya mengenai detail produk, komplain dan lain-lain. Bangun komunikasi yang baik dengan pelanggan.

Hal-hal seperti ini akan bisa membangun kepercayaan dan kenyamanan customer. Sehingga, harapan kita adalah mereka bisa semakin loyal pada kita dan menjadikan pilihan utama saat ingin berbelanja.

6. Update Informasi Produk secara Berkala

Sebagai seorang reseller, kita harus selalu update informasi produk secara berkala. Customer tentu akan lebih senang kalau kita selalu punya informasi-informasi baru.

Bila pelanggan nggak beli produk kita sekarang. Maka, bisa jadi mereka akan membelinya besok saat informasi produknya sudah lebih jelas.

7. Evaluasi Penjualan

Selalu ada evaluasi pada setiap usaha yang kita lakukan. Begitu pula halnya dengan kegiatan kita sebagai reseller. Cari waktu yang tepat kapan kita akan melakukan evaluasi.

Tahap ini untuk memeriksa apakah produk yang kita jual sudah tepat. Strategi pemasaran yang kita gunakan sudah benar dan lain-lain.

Begitu ada yang kurang tepat, kita bisa segera mengetahuinya. Lalu mencari jalan keluar yang benar untuk memperbaikinya.

7. Kelola Keuangan Usaha dengan Benar

Banyak sekali reseller pemula yang usahanya berhenti di jalan. Kadang kala bukan karena usaha mereka sepi lho. Malah ketika pelanggan mereka sudah banyak pun nggak menutup kemungkinan bisnis mereka tutup. Mengapa?

Karena beberapa nggak bisa mengelola keuangan usahanya dengan benar. Mereka menggabungkan keuangan bisnis dengan pribadi. Sehingga, kadang kala keuntungan hasil penjualan terpakai untuk kebutuhan pribadi.

Oleh karena itu, kita bisa memisahkan keuangan bisnis. Kelola dengan baik. Keuntungannya bisa kita simpan untuk mengembangkan bisnis.

Oh iya, dalam hal ini. Kita bisa lho menggaji diri kita dari hasil penjualan tersebut. Jadi yang kita pakai bukan lagi uang hasil usaha. Tapi uang hasil kita bekerja dalam mengelola bisnis. Bukan begitu?

Menjadi Reseller itu Minim Modal tapi Menguntungkan

Cara menjadi reseller memang terlihat mudah. Tapi, nggak banyak yang berhasil sampai akhir. Beberapa temanku yang sukses dengan usaha resellernya karena memang mereka bisa mengelola keuangan dengan baik.

Makanya, kita jangan mau kalah. Lakukan step by stepnya dengan benar. Ingat ya! Hasil nggak pernah mengkhianati setiap usaha yang sudah kita lakukan.

Semoga bermanfaat.

Bacaan Menarik Lainnya:

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.